毛遂自荐: Simbol Inisiatif dan Keberanian dalam Sejarah Tiongkok Bagian I
战国时代,秦国军队攻打赵国的都城。赵国的平原君打算亲自到楚国去请救兵,想挑选一个精明能干的人一同前去。有一个名叫毛遂的人,自告奋勇愿意同去。平原君到楚国后,与楚王谈了半天,没有一点结果。毛遂怒气冲冲地拿着宝剑,逼近楚王,终于迫使楚王答应出兵,与赵国联合共同抵抗秦国。“毛遂自荐”这个成语用来比喻自己推荐自己,不必别人介绍。
Artinya:
Pada Zaman Negara-Negara Berperang, pasukan Negara Qin menyerang ibu kota Negara Zhao. Pangeran Pingyuan dari Zhao berencana pergi sendiri ke Negara Chu untuk meminta bantuan pasukan, dan ingin memilih seorang yang cerdas dan kompeten untuk menemaninya pergi. Ada seorang bernama Mao Sui yang dengan berani menawarkan diri untuk ikut pergi. Setelah Pangeran Pingyuan tiba di Negara Chu, ia berbicara dengan Raja Chu lama sekali, tetapi tidak ada hasilnya. Mao Sui dengan marah memegang pedang, mendekati Raja Chu, dan akhirnya memaksanya menyetujui pengiriman pasukan untuk bersatu dengan Zhao melawan Qin. "Mao Sui merekomendasikan dirinya sendiri" adalah sebuah chengyu yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang menawarkan diri tanpa perlu diperkenalkan oleh orang lain.
Penjelasan Singkat:
- Konteks Sejarah: Kisah ini terjadi pada masa perang antar-negara di Tiongkok kuno (475–221 SM).
- Makna Idiom: "毛遂自荐" (Máo Suì zì jiàn) menjadi simbol inisiatif dan keberanian untuk mengambil kesempatan tanpa menunggu dipilih.
- Pelajaran Moral: Pentingnya proaktif dan percaya diri dalam menghadapi tantangan.
Sejarah dan Asal Usul Chengyu "毛遂自荐" (Máo Suì zì jiàn)
Chengyu *"毛遂自荐"* (Máo Suì zì jiàn) berasal dari kisah nyata pada Zaman Negara-Negara Berperang (战国时代, 475–221 SM). Idiom ini tercatat dalam 《史记·平原君虞卿列传》 (Catatan Sejarah oleh Sima Qian), yang menceritakan peran kunci Mao Sui, seorang pengikut Pangeran Pingyuan (平原君), dalam menyelamatkan Negara Zhao.
Latar Belakang Sejarah
1. Konteks Perang:
- Negara Qin (秦国) menyerang ibu kota Zhao (赵国).
- Zhao membutuhkan bantuan militer dari Negara Chu (楚国) untuk bertahan.
- Pangeran Pingyuan ditugaskan memimpin misi diplomatik ke Chu.
2. Krisis Diplomasi:
- Pangeran Pingyuan dan 19 pengawalnya gagal meyakinkan Raja Chu setelah berunding sehari penuh.
- Raja Chu ragu-ragu karena takut balasan dari Qin.
Peran Mao Sui
1. Aksi Heroik:
- Mao Sui awalnya hanya pengawal biasa yang tidak dipilih Pangeran Pingyuan.
- Ia menawarkan diri (自荐) ikut dalam misi, meski diragukan karena tidak dikenal.
- Saat perundingan buntu, Mao Sui mengancam Raja Chu dengan pedang, sambil berpidato tentang pentingnya aliansi Zhao-Chu melawan Qin.
2. Hasil:
- Pidato Mao Sui yang berapi-api dan ancaman strategisnya memaksa Raja Chu setuju mengirim pasukan.
- - Zhao dan Chu akhirnya bersatu mengalahkan Qin.
Makna Filosofis
1. Inisiatif dan Keberanian:
- Mao Sui melambangkan orang biasa yang mengambil kesempatan tanpa menunggu dipilih.
- Menekankan nilai proaktif dan percaya diri.
2. Kritik Sistem Feodal:
- Kisah ini juga menyindir sistem feodal yang sering mengabaikan bakat dari kalangan rendah.
Penggunaan Modern
Chengyu ini dipakai untuk memuji seseorang yang:
- Berani mengajukan diri untuk tugas sulit.
Contoh:
"Tim Kami Butuh Presenter, dan Lisa 毛遂自荐 Meski Belum Pernah Mencoba."
- Promosi diri dalam karier atau kompetisi.
Warisan Budaya:
Kisah Mao Sui masih diajarkan di sekolah-sekolah China sebagai contoh kepemimpinan dan kecerdikan. Ia menjadi simbol bagaimana individu bisa mengubah sejarah meski dari posisi rendah.