Benchmarking UPI ke Unesa: Sinergi Penguatan Pendidikan Bahasa Mandarin Nasional
Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menerima kunjungan benchmarking. Kali ini tamu datang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang diwakili oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., Wakil Dekan Bidang I Pendidikan dan Penjaminan Mutu Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (10/10/2025).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat T14 Gedung FBS Unesa dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Dari pihak Unesa, hadir Wakil Dekan Bidang I FBS, Bapak Didik Nurhadi, Ph.D., Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Bapak Miftachul Amri, Ph.D., serta Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Bapak Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., yang juga merupakan mantan Koordinator Prodi Mandarin. Turut mendampingi pula para 老师们 (lǎoshīmen) atau dosen-dosen Mandarin Unesa.
Pemaparan Profil Prodi Mandarin Unesa
Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pemaparan oleh Bapak Amri, yang menegaskan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa kini memasuki usia ke-15 tahun dan tengah berada pada puncak performa akademik maupun kemitraan internasionalnya. Ia memaparkan berbagai capaian program, mulai dari kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), kolaborasi dengan universitas luar negeri, hingga kegiatan pengabdian masyarakat berbasis budaya dan bahasa Tiongkok.
“Prodi Mandarin Unesa tumbuh dari semangat untuk menjembatani budaya Indonesia dan Tiongkok melalui pendidikan bahasa. Kini, kami berada di fase penguatan jejaring dan pengembangan riset kolaboratif lintas institusi,” ujar Amri.
UPI Siap Dirikan Prodi Mandarin
Dari pihak UPI, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. mengungkapkan bahwa lembaganya telah merencanakan pendirian Program Studi Mandarin sejak satu dekade lalu. Namun, realisasi tersebut sempat tertunda karena syarat pendirian yang erat kaitannya dengan kehadiran Confucius Institute (CI).
“Kala itu, pembentukan CI menjadi tantangan tersendiri. Tapi sekarang, semuanya telah berkembang dan kami siap melangkah lebih jauh untuk mendirikan Prodi Mandarin di UPI,” jelasnya dengan optimisme.
Kunjungan benchmarking ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara dua universitas pendidikan unggulan Indonesia dalam memperkuat pembelajaran bahasa Mandarin berbasis nilai lokal, mutu akademik, dan kolaborasi internasional.
Diskusi Hangat tentang Ujian HSK dan Kolaborasi Ke Depan
Sesi diskusi menjadi semakin menarik ketika topik beralih pada kebutuhan Ujian 汉语水平考试 (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì / HSK) bagi mahasiswa. Pembahasan mencakup standar kompetensi bahasa Mandarin yang diakui internasional, serta bagaimana lembaga pendidikan di Indonesia dapat menyiapkan infrastruktur dan kebijakan pendukung bagi mahasiswanya untuk mencapai sertifikasi tersebut.
Kedua pihak sepakat bahwa HSK bukan sekadar alat ukur kemampuan bahasa, melainkan juga jembatan untuk memperluas jejaring akademik dan profesional antarnegara.
Menuju Kolaborasi Konkret
Kunjungan benchmarking ini tidak hanya mempererat hubungan antara Unesa dan UPI, tetapi juga membuka peluang untuk kerja sama penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyusunan kurikulum bersama dalam bidang pengajaran bahasa Mandarin.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang menandai semangat kebersamaan dan komitmen kedua institusi untuk terus memajukan pendidikan bahasa dan budaya di Indonesia.