Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Raih IPK Tertinggi se-UNESA dalam Wisuda ke-116
Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam perayaan Wisuda ke-116 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dari 6 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin yang diwisuda, ada saudari Jihan Alya Faatihah (angkatan 2021), yang berhasil meraih predikat lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi se-UNESA dengan nilai mengesankan 3,96.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar yang tinggi mampu membawa hasil terbaik. Jihan mengaku bahwa kesuksesannya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang selalu mendampinginya selama masa studi.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, sahabat, serta bimbingan dari para laoshimen semuanya. Saya percaya bahwa manajemen waktu, ketenangan, dan keseriusan dalam belajar merupakan kunci utama. Fokus pada tujuan tanpa mudah terdistraksi oleh hal-hal remeh menjadi prinsip saya selama menempuh studi,” ungkap Jihan dengan penuh rasa syukur.
Dengan senyum penuh keyakinan, Jihan juga menambahkan kalimat motivatif dalam bahasa Mandarin yang mencerminkan semangat pantang menyerahnya:
“学习如逆水行舟,不进则退。” (Xuéxí rú nìshuǐ xíng zhōu, bù jìn zé tuì)
“Belajar itu seperti mendayung melawan arus, jika tidak maju, maka akan mundur.”
Kutipan tersebut menjadi refleksi dari filosofi belajar yang dipegang teguh oleh Jihan selama menjadi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan kesungguhan.
Kebanggaan atas prestasi tersebut juga disampaikan oleh Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS UNESA, Dr. Miftachul Amri, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Jihan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat luas. Keberhasilan seperti ini menjadi cerminan kualitas pembelajaran dan komitmen sivitas akademika dalam membentuk lulusan unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi, Bapak Amri juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga hubungan dengan almamater melalui kegiatan tracer study, karena data dari alumni memiliki peran strategis dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu program studi.
“Kami berharap para alumni berkenan berpartisipasi dalam tracer study, sebab kontribusi tersebut sangat berarti bagi kemajuan Prodi Mandarin dan penguatan relevansi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya.
Capaian Jihan Alya Faatihah menjadi simbol bahwa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin FBS UNESA mampu bersaing di tingkat universitas bahkan lebih luas lagi. Prestasi ini bukan hanya membanggakan dirinya, tetapi juga mengharumkan nama Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa semangat keunggulan UNESA ke tingkat global.