Mahasiswa Prodi Mandarin Raih Dana Penelitian Kompetitif LPPM Unesa 2025
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya. Muhammad Raffiliano, mahasiswa aktif prodi tersebut, berhasil lolos pendanaan Program Penelitian Kompetitif Mahasiswa Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, dengan total pendanaan sebesar Rp5.000.000.
Penelitian yang diusulkan bertajuk “Hubungan antara Eye Contact, Speaking Anxiety, dan Classroom Interaction dalam Konteks Pembelajaran Bahasa Mandarin pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi”. Dalam paparannya, Raffi—begitu ia akrab disapa—menjelaskan bahwa ide penelitian ini berangkat dari kepekaannya terhadap dinamika kelas bahasa asing, terutama tantangan afektif yang dialami mahasiswa, seperti kecemasan berbicara dan rendahnya perhatian terhadap komunikasi nonverbal seperti eye contact.
Fokus Penelitian: Keterlibatan Mahasiswa dalam Kelas Bahasa Asing
Dalam penjelasan isi proposal, Raffi menekankan bahwa meskipun Bahasa Mandarin kini semakin diminati di berbagai perguruan tinggi, proses pembelajarannya masih dihadapkan pada tantangan psikologis yang nyata, seperti speaking anxiety dan kurangnya kesadaran terhadap pentingnya eye contact dalam komunikasi lisan.
Penelitian ini bertujuan untuk:
- Menganalisis hubungan antara eye contact dan speaking anxiety terhadap kualitas interaksi kelas;
- Menilai peran eye contact sebagai mediator atau moderator dalam hubungan antara kecemasan berbicara dan interaksi kelas.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei terhadap sekitar 100 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Mandarin minimal dua semester. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert dan observasi kelas, yang divalidasi oleh pakar dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Analisis data akan dilakukan menggunakan korelasi Pearson, regresi berganda, serta analisis mediasi dan moderasi.
Inspirasi awal Raffi muncul dari arahan dosen lintas prodi yaitu dari Ibu Dr. Yuri Lolita, S.Pd., S.T., M.Pd., kemudian untuk memfokuskan ke prodi ia memutuskan untuk menggandeng Bapak Miftachul Amri, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, sebagai dosen pembimbing utama dalam proposal ini. Ia menyatakan bahwa pendampingan intensif dari Bapak Amri menjadi kunci keberhasilannya menyelesaikan proposal hingga tahap akhir seleksi pendanaan.
“Beliau sangat kooperatif, penuh masukan, dan teliti, terutama di detik-detik menjelang batas akhir pengumpulan,” ujar Raffi. Hal ini menunjukkan peran penting dosen Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam mendampingi mahasiswa menembus skema penelitian kompetitif di tingkat institusi.
Menuju Luaran Akademik Berkualitas
- Penelitian ini ditargetkan menghasilkan tiga luaran utama, yaitu:
- Artikel ilmiah terindeks di jurnal nasional atau internasional bereputasi;
- Laporan penelitian akademik lengkap;
- Instrumen penelitian yang distandarisasi dan dapat digunakan dalam studi lanjutan.
Tak hanya itu, Raffi juga menggandeng sahabatnya, Muhammad Wafiq Tanjung Pratama, sebagai anggota tim yang akan bertugas dalam proses distribusi dan pengecekan angket. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat di antara mahasiswa Prodi Mandarin dalam mengembangkan riset yang relevan dan berdampak.
Dengan keberhasilan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin kembali menunjukkan komitmennya dalam membina mahasiswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam pengembangan riset yang kontekstual dan berorientasi pada kualitas pembelajaran. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun model pembelajaran Bahasa Mandarin yang lebih komunikatif, inklusif, dan peka terhadap aspek sosial-emosional mahasiswa.