Refleksi Akademik Mahasiswa Doktoral Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin: Penguatan Disertasi Melalui Masterclass Bersama Prof. Jessie Barrot(第四天)
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya menutup rangkaian kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Visiting Top Professor: Masterclass in Research Writing pada Kamis, 16 April 2026, di Auditorium Lantai 4 Gedung T14. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Jessie Barrot dari National University, Filipina, sebagai narasumber utama dalam sesi penutup yang difokuskan bagi mahasiswa program doktor (S3).
Pada hari keempat sekaligus hari terakhir ini, kegiatan secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa S3, termasuk salah satu dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Cicik Arista, S.Pd., MTCSOL., yang juga merupakan mahasiswa doktoral pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra FBS Unesa. Keterlibatan ini mencerminkan sinergi antara peran dosen sebagai pengajar sekaligus pembelajar dalam pengembangan keilmuan berkelanjutan.
Kegiatan pada sesi ini dikemas dalam format dissertation clinic. Para mahasiswa S3 mempresentasikan draft disertasi yang tengah mereka kembangkan, meliputi latar belakang penelitian, kerangka teori, metodologi, hingga temuan sementara. Setiap paparan memperoleh tanggapan langsung dari Prof. Jessie Barrot yang memberikan masukan kritis, analitis, dan konstruktif untuk memperkuat kualitas akademik disertasi sesuai standar internasional.
Dalam sesi diskusi, Prof. Jessie Barrot menekankan pentingnya ketajaman analisis, konsistensi argumentasi, serta kejelasan kontribusi ilmiah (novelty) dalam disertasi. Ia juga mengarahkan peserta untuk mampu memposisikan penelitian mereka dalam peta riset global, sekaligus memastikan relevansi kajian dengan isu-isu kontemporer di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan.
Khusus dalam konteks Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, diskusi berkembang ke arah penguatan kajian kebahasaan dan budaya Tiongkok dalam disertasi. Para peserta, termasuk Cicik Arista, turut mengangkat perspektif linguistik dan kultural sebagai bagian dari kekhasan penelitian Mandarin, sehingga menghasilkan dialog akademik yang tidak hanya kritis tetapi juga kontekstual dan multidisipliner.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan reflektif. Mahasiswa S3 aktif berdiskusi, memberikan umpan balik terhadap presentasi rekan sejawat, serta mengkaji ulang kekuatan dan kelemahan masing-masing draft disertasi. Interaksi ini menciptakan ruang akademik yang kolaboratif sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan hari terakhir ini, FBS Unesa berharap mahasiswa doktor mampu menyempurnakan disertasi mereka secara lebih sistematis, mendalam, dan berstandar internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam mempercepat penyelesaian studi serta menghasilkan lulusan doktor yang kompetitif dan berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.