Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa Hadiri Penjajakan Kerja Sama Pembukaan Program Studi Mandarin bersama UIN Madura
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut berpartisipasi dalam kegiatan pertemuan dan penjajakan awal bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung T2 Fakultas Bahasa dan Seni Unesa tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring kelembagaan serta pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia.
Pada mulanya, kunjungan delegasi UIN Madura ditujukan kepada Confucius Institute (CI) Unesa. Namun demikian, pihak CI Unesa turut mengundang Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa untuk terlibat dalam agenda tersebut mengingat pembahasan yang dilakukan berkaitan erat dengan pengembangan bidang pendidikan bahasa Mandarin.
Delegasi UIN Madura dipimpin langsung oleh Rektor UIN Madura dan didampingi oleh Wakil Rektor Bidang I, jajaran Pusat Bahasa, serta sejumlah pimpinan dan unsur terkait lainnya. Sementara itu, dari pihak Unesa hadir Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Sertifikasi Profesi (LPSP) Unesa, Direktur Confucius Institute Unesa beserta jajaran, serta dosen-dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa.
Agenda utama pertemuan ini adalah penjajakan awal terkait rencana UIN Madura untuk membuka Program Studi Mandarin sebagai salah satu upaya pengembangan keilmuan bahasa asing dan perluasan layanan pendidikan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta dinamika global. Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspek mengenai pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, sumber daya manusia, hingga peluang kerja sama akademik menjadi topik yang didiskusikan bersama.
Kehadiran dosen-dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa dalam forum tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata program studi dalam berbagi pengalaman dan praktik baik yang selama ini telah dikembangkan. Sebagai salah satu program studi yang telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan bahasa Mandarin, Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa memberikan berbagai masukan konstruktif yang diharapkan dapat mendukung proses perintisan program studi serupa di UIN Madura.
Suasana diskusi berlangsung secara profesional namun tetap hangat dan komunikatif, mencerminkan karakter khas insan humaniora yang mengedepankan keterbukaan, kolaborasi, serta pertukaran gagasan secara konstruktif. Melalui dialog yang berlangsung santai namun substantif tersebut, kedua belah pihak memperoleh berbagai perspektif baru mengenai peluang pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di masa mendatang.
Pertemuan diakhiri dengan sesi penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan, penghormatan, serta harapan akan terjalinnya kolaborasi yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Partisipasi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen program studi dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan kolaboratif. Selain memperluas jejaring akademik antarlembaga, kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi, serta SDGs poin 17, Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan.
Melalui semangat berbagi dan kolaborasi, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa terus berupaya mengambil peran strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Unesa sebagai salah satu pusat pengembangan studi Tiongkok dan pendidikan bahasa Mandarin yang berdaya saing global.