Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA Berperan Aktif dalam Kuliah Umum Konsul Jenderal RRT di Surabaya
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (FBS UNESA) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kegiatan akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah umum bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Dr. Ye Su, pada Rabu, 20 Mei 2026 di Auditorium Gedung Rektorat Lantai 11 Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan yang mengangkat tema “Dua Keajaiban Perkembangan Tiongkok dan Rahasia di Baliknya” atau 中国发展两大奇迹及其背后的秘密 tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Confucius Institute Universitas Negeri Surabaya (CI UNESA) sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan global dan pemahaman lintas budaya mahasiswa.
Kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan Tiongkok, dinamika pembangunan global, hubungan internasional, serta pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Kegiatan diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNESA, termasuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin yang turut antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan penampilan kebudayaan mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA serta Lab School UNESA sebagai bentuk pengenalan budaya dan kreativitas mahasiswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan pimpinan universitas, penyampaian materi oleh Konsul Jenderal RRT di Surabaya, sesi tanya jawab interaktif, penyerahan cenderamata, hingga foto bersama. Selain itu, turut dilaksanakan penyerahan simbolis kendaraan dari Yayasan Cheng Hoo kepada Confucius Institute UNESA sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kerja sama pendidikan dan budaya.
Peran aktif Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS UNESA tampak jelas dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dosen Prodi Mandarin terlibat langsung dalam mendukung kelancaran acara, salah satunya melalui keterlibatan Cicik Arista, S.Pd., MTCSOL. Laoshi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Confucius Institute UNESA sebagai master of ceremony (MC) bersama Stephen Aji Wardana, B.Ed., MTCSOL.. Keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi nyata sivitas akademika Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin dalam kegiatan akademik internasional sekaligus memperkuat posisi program studi sebagai penghubung dalam kerja sama pendidikan dan budaya Tiongkok di lingkungan UNESA.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya Tiongkok, tetapi juga mendapatkan pengalaman akademik internasional secara langsung dari perwakilan diplomatik Republik Rakyat Tiongkok. Antusiasme peserta selama sesi pemaparan materi dan diskusi menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kajian global dan komunikasi lintas budaya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penyediaan ruang pembelajaran internasional yang memperluas perspektif akademik mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan karena memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga internasional, yayasan pendidikan, dan perwakilan diplomatik dalam mendukung pengembangan pendidikan serta pertukaran budaya yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS UNESA bersama Confucius Institute UNESA berharap dapat terus memperkuat peran pendidikan bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok sebagai jembatan diplomasi budaya sekaligus membangun generasi muda yang memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi internasional, dan kesiapan menghadapi dinamika kerja sama dunia internasional.