Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan Rapat Evaluasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi berjalan sesuai dengan roadmap penelitian dan PkM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin 2025–2030 (05/01/26). Kegiatan ini menjadi forum refleksi terhadap capaian program sekaligus penyusunan tindak lanjut untuk meningkatkan mutu, relevansi, keberlanjutan, dan dampak kegiatan penelitian serta PkM.
Rapat evaluasi membahas capaian penelitian dan PkM dosen, kesesuaian tema kegiatan dengan roadmap Prodi, kualitas luaran, keterlibatan mahasiswa, pengembangan jejaring kerja sama, serta peluang hilirisasi hasil penelitian. Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan penelitian dosen secara umum telah menunjukkan kesesuaian dengan arah pengembangan keilmuan Prodi yang mencakup pendidikan Bahasa Mandarin, linguistik, sastra, budaya, teknologi pembelajaran, serta kajian interdisipliner.
Pada tahun 2025, sejumlah penelitian dosen telah menghasilkan kajian yang beragam, antara lain penelitian mengenai kritik sosial dalam lirik hip hop Mandarin dan Indonesia, representasi feminisme dalam film Tiongkok, pemanfaatan Blooket dalam pembelajaran membaca Bahasa Mandarin, serta kajian sosial dalam film Big World 《小小的我》. Keragaman tersebut menunjukkan perkembangan penelitian Prodi dari kajian kebahasaan dan pembelajaran menuju kajian yang lebih interdisipliner, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta isu sosial.
Dalam evaluasi tersebut, Prodi juga mengidentifikasi beberapa aspek yang perlu diperkuat. Optimalisasi keterlibatan mahasiswa dalam penelitian menjadi salah satu perhatian utama agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses penelitian, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga publikasi. Selain itu, Prodi mendorong peningkatan kolaborasi dengan dosen dan akademisi dari Tiongkok, khususnya melalui joint research, joint publication, pengembangan bahan ajar, dan kegiatan akademik lintas negara.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pemerataan kesempatan memperoleh hibah penelitian bagi dosen. Untuk mendukung hal tersebut, Prodi diarahkan untuk mengembangkan kegiatan pendampingan seperti klinik proposal, peer review, berbagi praktik baik, dan mentoring penyusunan proposal penelitian. Evaluasi juga menekankan pentingnya meningkatkan hilirisasi hasil penelitian melalui pengembangan HKI, bahan ajar, instrumen evaluasi, media pembelajaran, video pembelajaran, serta produk digital yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, sekolah, masyarakat, dan mitra.
Penguatan PkM Berbasis Kebutuhan dan Dampak
Pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan dosen telah memiliki keterkaitan yang kuat dengan roadmap PkM Prodi, terutama pada fase Penguatan Literasi dan Pembelajaran 2025–2026. Kegiatan yang telah dilaksanakan mencakup pelatihan Bahasa Mandarin, pengenalan budaya Tiongkok, pelatihan kaligrafi dan Chinese Knot 中国结, pelatihan Mandarin bagi pelaku wisata, penguatan representasi digital UMKM, hingga kegiatan pemberdayaan berbasis ecopreneurship.
Rapat menilai bahwa kegiatan PkM perlu terus dikembangkan dari model pelatihan satu kali menuju program pendampingan yang berkelanjutan dan terukur. Oleh karena itu, setiap kegiatan ke depan diarahkan untuk memiliki indikator keberhasilan yang jelas, dokumentasi capaian, evaluasi kepuasan mitra, serta pengukuran perubahan atau dampak setelah program dilaksanakan.
Keterlibatan mahasiswa melalui kegiatan pembelajaran, MBKM, dan KKN juga menjadi salah satu strategi yang akan diperkuat. Dengan demikian, PkM tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan mitra, tetapi sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
Menuju Internasionalisasi Penelitian dan PkM
Sebagai tindak lanjut, tahun 2026 menjadi momentum bagi Prodi untuk memperkuat kolaborasi dan internasionalisasi. Pada bidang penelitian, arah pengembangan mulai diperluas pada kajian sastra, budaya, dan isu sosial, termasuk penelitian mengenai Trauma Kolektif dalam Sastra Tionghoa-Indonesia Pasca Reformasi: Perspektif Pascakolonial.
Sementara itu, pada bidang PkM, mulai dikembangkan program yang melibatkan jejaring internasional dan diaspora akademik Indonesia di Tiongkok. Salah satunya adalah program Pemberdayaan Mahasiswa PPI Wuhan melalui Penguatan Kompetensi Bahasa Mandarin Akademik, Profesional, dan Diplomasi Budaya. Selain itu, terdapat kegiatan peningkatan kapasitas mahasiswa Indonesia di luar negeri, pelatihan pemanfaatan AI dalam penulisan artikel ilmiah, serta pengembangan PkM berdampak berbasis jejaring diaspora akademik bersama PPIT Wuhan.
Arah tersebut sejalan dengan tahapan roadmap Prodi yang menargetkan pergeseran dari penguatan literasi dan pembelajaran (2025–2026) menuju pemberdayaan dan entrepreneurship (2027–2028), serta selanjutnya menuju internasionalisasi dan hilirisasi (2029–2030).
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals
Pelaksanaan penelitian dan PkM Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi berkontribusi pada SDG 4: Quality Education, sedangkan pengembangan keterampilan Bahasa Mandarin untuk dunia kerja dan pemberdayaan UMKM mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Pemanfaatan teknologi, AI, media digital, dan pengembangan inovasi pembelajaran mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure. Program yang membuka akses pengetahuan, kompetensi, dan kesempatan pengembangan masyarakat turut berkaitan dengan SDG 10: Reduced Inequalities, sedangkan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan komunitas dan keberlanjutan lingkungan mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities. Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, institusi, diaspora, dan mitra di Tiongkok secara khusus mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals.
Melalui rapat evaluasi ini, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam pengelolaan penelitian dan PkM. Evaluasi tidak berhenti pada identifikasi capaian, tetapi dilanjutkan dengan penetapan program perbaikan, target capaian, serta pemantauan keberlanjutan dan dampak kegiatan.
Dengan demikian, penelitian dan PkM diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi dan luaran administratif, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, masyarakat, mitra, institusi, dan pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Mandarin. Penguatan mutu, kolaborasi, inovasi, internasionalisasi, dan hilirisasi menjadi arah strategis Prodi dalam mewujudkan pendidikan Bahasa Mandarin yang unggul, adaptif, berwawasan global, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.