Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa Antusias Ikuti Kuliah Umum Visiting Top Professor Bersama Prof. Jessie Barrot
Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan kuliah umum bertajuk Visiting Top Professor: Academic Mastery Program (from AI-Enhanced Learning to High Impact Research Writing) yang diselenggarakan pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung T14 Lantai 4 FBS Unesa mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa program sarjana (S1) di lingkungan FBS.
Kehadiran mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan akademik, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran bahasa asing di era digital. Topik yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa Mandarin, terutama dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menunjang pembelajaran bahasa dan penyusunan karya ilmiah.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Jessie Barrot, seorang profesor penuh yang juga menjabat sebagai Vice President for Research and Development di National University, Filipina. Kehadiran beliau memberikan perspektif global bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin, dalam memahami perkembangan pembelajaran berbasis teknologi dan standar penulisan akademik internasional.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Syafi'ul Anam, Ph.D. selaku Dekan FBS. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FBS dalam mendukung internasionalisasi Unesa serta peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, beliau didampingi oleh Wakil Dekan I FBS Unesa, Bapak Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd.. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa Mandarin yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Rangkaian acara juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Willingness (LoW), serta penyerahan cinderamata sebagai simbol kerja sama internasional yang terus diperkuat oleh FBS Unesa.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Jessie Barrot menekankan pentingnya pemanfaatan AI-enhanced learning dalam pembelajaran modern. Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin, pemanfaatan AI dinilai sangat potensial, misalnya dalam membantu pengembangan kosakata, analisis teks berbahasa Mandarin, hingga penyusunan tulisan akademik. Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap mengedepankan etika dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mengurangi orisinalitas karya.
Selain itu, materi mengenai high-impact research writing juga menjadi perhatian utama mahasiswa. Prof. Barrot menguraikan strategi menyusun karya ilmiah yang berkualitas, mulai dari pemilihan topik yang relevan dengan isu global, perumusan pertanyaan penelitian yang kuat, hingga teknik publikasi di jurnal bereputasi. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin yang tengah mempersiapkan diri dalam penulisan tugas akhir maupun publikasi ilmiah.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin turut mengajukan pertanyaan terkait penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa serta strategi meningkatkan kualitas tulisan ilmiah berbahasa asing.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS Unesa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi akademik, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebahasaan Mandarin.