Enam Mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa Melanjutkan Studi ke Tiongkok melalui Program Double Degree dan Mobilitas Akademik
Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan enam mahasiswa yang memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Tiongkok (26/08/2026). Pada hari ini, dilaksanakan pertemuan singkat sebagai bentuk perpisahan sekaligus pemberian dukungan kepada keenam mahasiswa sebelum mereka berangkat untuk menjalani pengalaman akademik di Tiongkok.
Tiga mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti program Double Degree di Central China Normal University (华中师范大学), Wuhan, Tiongkok. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Sabrina Zahidah, Kaesyanandra Syifa Frilyrizatna Pangestuti, dan Prima Nur'aini Qolbyah. Melalui program ini, mahasiswa akan menempuh pendidikan selama dua tahun di Indonesia dan dua tahun di Tiongkok. Dengan demikian, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, mereka akan memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus menyelesaikan studi sesuai dengan skema Double Degree yang diikuti.
Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya memperoleh kesempatan mengikuti program studi selama satu tahun di Tiongkok dan diterima di perguruan tinggi masing-masing. Mereka adalah Axel Davidson Susanto yang akan menempuh studi di Universitas Sains dan Teknologi Elektronik Chongqing (重庆电子科技职业大学), Reyhan Ekaprana Tarigan yang akan berkuliah di Chongqing University (重庆大学), serta Afrizal Kautsar Putra yang akan menjalani studi di Zhejiang Normal University (浙江师范大学).
Kesempatan tersebut menjadi pencapaian penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa. Selain mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan akademik Tiongkok, seluruh mahasiswa juga memperoleh rekognisi nilai atas kegiatan akademik yang mereka jalani. Dengan adanya rekognisi tersebut, masa studi di Tiongkok tetap terintegrasi dengan kurikulum di Unesa sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studinya secara tepat waktu.
Pengalaman akademik selama satu hingga dua tahun di Tiongkok juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi bahasa Mandarin mahasiswa. Berinteraksi secara langsung dengan penutur asli, mengikuti perkuliahan dalam lingkungan berbahasa Mandarin, serta beradaptasi dengan kehidupan dan budaya Tiongkok akan memberikan pengalaman kebahasaan yang jauh lebih intensif. Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan pembelajaran bahasa Mandarin berbasis pengalaman internasional yang dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa.
Keberangkatan keenam mahasiswa ini sekaligus menunjukkan komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa dalam memperluas internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya melalui kerja sama dan mobilitas akademik dengan perguruan tinggi di Tiongkok. Pengalaman belajar lintas negara diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik dan bahasa Mandarin, tetapi juga membentuk mahasiswa yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki wawasan global.
Program mobilitas akademik dan Double Degree ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu). Kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan di perguruan tinggi luar negeri memperluas akses terhadap pengalaman belajar berkualitas, memperkuat kompetensi, serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin global. Selain itu, kerja sama pendidikan internasional antara Unesa dan perguruan tinggi di Tiongkok turut mendukung penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan yang selaras dengan SDG 17: Partnerships for the Goals.
Dengan keberangkatan keenam mahasiswa tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Unesa berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk memanfaatkan berbagai peluang studi ke Tiongkok, Double Degree, pertukaran mahasiswa, dan mobilitas akademik internasional. Pengalaman mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Mandarin dan mempersiapkan diri menjadi lulusan yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.