Empat Lulusan Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA Cetak Sejarah, Lulus Tanpa Skripsi melalui Publikasi Jurnal Sinta 4
Wisuda ke-119 dan ke-120 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi momen istimewa bagi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni. Untuk pertama kalinya, empat mahasiswa berhasil menyelesaikan studi sarjana tanpa skripsi melalui jalur publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional bereputasi terindeks Sinta 4.
Keempat wisudawan tersebut adalah Annis Masruroh pada Wisuda ke-119, serta Jennifer Nataniela Shivanka Setiawan, Amanda Dwi Sabela Putri, dan Aisyah Ardhiani pada Wisuda ke-120. Keberhasilan mereka menjadi tonggak baru dalam sejarah Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA sekaligus menjadi wujud implementasi kebijakan terbaru UNESA yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir melalui publikasi ilmiah bereputasi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi akademik UNESA dalam mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah sejak jenjang sarjana. Melalui jalur ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki rekam jejak publikasi yang dapat menjadi modal penting untuk melanjutkan studi, memasuki dunia kerja, maupun berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Capaian tersebut juga selaras dengan komitmen UNESA dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, dan inovasi pembelajaran, mahasiswa didorong untuk menjadi lulusan yang kritis, adaptif, dan produktif secara akademik. Selain itu, beberapa topik penelitian yang diangkat juga memiliki keterkaitan dengan SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, terutama melalui kajian terhadap representasi gender dalam film, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan media digital, gim edukatif, dan platform pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan bahasa Mandarin. Dengan demikian, keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi akademik individual, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berdampak.
Annis Masruroh menjadi lulusan pertama Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA yang berhasil menyelesaikan studi melalui publikasi artikel ilmiah berjudul “Kesetaraan Gender pada Film Tiongkok Mulan”. Baginya, perjalanan menyusun artikel merupakan pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran berharga.
“Prosesnya memang tidak mudah. Saya harus mencari referensi, mengelola data, dan melewati berbagai revisi sebelum artikel diterbitkan. Namun, dari proses itu saya belajar menjadi lebih sabar, teliti, disiplin, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah. Kesulitan yang saya hadapi ternyata merupakan bagian dari proses belajar. Alhamdulillah, berkat doa, usaha, serta dukungan dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman, artikel ini akhirnya dapat terbit,” ungkap Annis.
Annis juga berpesan kepada mahasiswa yang ingin menempuh jalur publikasi agar tidak menunda pekerjaan, mengerjakannya secara bertahap, aktif berdiskusi dengan dosen pembimbing, serta terbuka terhadap kritik dan saran demi menghasilkan karya ilmiah yang lebih baik.
Sementara itu, Jennifer Nataniela Shivanka Setiawan mengangkat penelitian berjudul “Analisis Semiotika pada Film Nezha 2 Karya Jiaozi”. Melalui penelitiannya, Jennifer mengaku memperoleh perspektif baru dalam memahami sebuah karya film.
“Awalnya saya hanya menikmati film ini sebagai hiburan. Namun, selama proses penelitian, saya menyadari bahwa setiap adegan menyimpan makna, simbol, dan pesan yang sangat mendalam. Pengalaman ini membuat saya belajar melihat film secara lebih kritis. Saya sangat bersyukur atas bimbingan dosen, dukungan keluarga, teman-teman, dan semua pihak yang membantu hingga artikel ini berhasil dipublikasikan,” tutur Jennifer.
Jennifer berharap artikelnya dapat membuka wawasan pembaca bahwa film bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang kaya akan makna dan layak dikaji secara ilmiah.
Berbeda dengan penelitian berbasis sastra dan film, Amanda Dwi Sabela Putri memilih bidang pendidikan melalui artikel berjudul “Game-Based Learning Zep Quiz untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata dan Kalimat Sederhana Bahasa Mandarin”.
Amanda mengaku sempat merasa cemas karena belum memahami prosedur penulisan artikel ilmiah, sementara sebagian besar teman seangkatannya telah memasuki tahap seminar proposal skripsi.
“Awalnya saya benar-benar bingung dan ragu apakah bisa menyelesaikan artikel tepat waktu. Namun, semua keraguan itu hilang ketika saya mulai mengikuti arahan dosen pembimbing. Saya sangat berterima kasih kepada Farhan Laoshi yang selalu membimbing dengan sabar. Walaupun setiap bimbingan selalu ada revisi, beliau tidak pernah lelah mengarahkan agar artikel saya menjadi lebih baik,” ujar Amanda.
Baginya, momen ketika artikel resmi terbit menjadi pengalaman yang paling membanggakan.
“Publikasi ini menjadi titik kepuasan tertinggi saya. Dari proses panjang tersebut, saya belajar tentang penelitian, ketelitian, konsistensi, serta menghargai sebuah karya ilmiah. Jangan takut memulai dan jangan berkecil hati jika memulai lebih lambat dari orang lain. Selama terus melangkah dan konsisten, hasil yang membanggakan pasti bisa diraih,” tambahnya.
Keberhasilan serupa juga diraih oleh Aisyah Ardhiani melalui artikel berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Hanzi melalui Pemanfaatan Website Writechinese.com pada Peserta Didik Kelas XI SMK Ketintang Surabaya Tahun Ajaran 2025/2026”.
Aisyah mengungkapkan bahwa dirinya sempat ragu karena belum ada mahasiswa angkatan sebelumnya yang memilih jalur publikasi sebagai tugas akhir.
“Awalnya saya bimbang karena harus memulai dari nol. Namun, dosen pembimbing saya, Farhan Laoshi, meyakinkan saya dan teman-teman untuk mencoba jalur artikel. Ternyata prosesnya tidak semenakutkan yang saya bayangkan. Saya belajar bahwa menulis artikel bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang riset, berpikir kritis, dan kesabaran menghadapi revisi,” jelas Aisyah.
Menurutnya, keberhasilan artikel terbit di jurnal Sinta 4 memberikan kepuasan tersendiri.
“Rasanya lega sekaligus bangga. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa semua nama mahasiswa ada di PDDikti, tetapi tidak semua nama ada di Sinta 4. Semua usaha yang dilakukan akhirnya terbayar. Saya berharap pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani berkarya dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat,” ungkapnya.
Keberhasilan keempat mahasiswa tersebut juga mendapat apresiasi dari dosen pembimbing tugas akhir mereka, Muhammad Farhan Masrur. Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA mampu bersaing dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas apabila diberikan kesempatan, pendampingan, dan keberanian untuk mencoba jalur baru.
“Saya berharap mahasiswa tidak ragu untuk mengambil langkah baru dan berani keluar dari zona nyaman. Kebijakan tugas akhir melalui publikasi ilmiah memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi tantangan tersebut juga membuka peluang yang sangat besar untuk mengembangkan kompetensi akademik, kemampuan meneliti, serta keterampilan menulis ilmiah. UNESA dan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin berkomitmen memberikan wadah seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan menghasilkan karya yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Jangan pernah takut mencoba, karena setiap inovasi selalu berawal dari keberanian untuk melangkah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan empat wisudawan ini diharapkan menjadi awal lahirnya semakin banyak mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA yang mampu menyelesaikan studi melalui publikasi ilmiah bereputasi. Dengan demikian, budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah di lingkungan program studi akan terus tumbuh dan menjadi identitas akademik yang membanggakan.
Keberhasilan keempat wisudawan ini menjadi bukti bahwa publikasi ilmiah dapat menjadi alternatif penyelesaian tugas akhir yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penelitian, penulisan ilmiah, berpikir kritis, serta publikasi hasil penelitian.
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa angkatan berikutnya untuk terus mengembangkan budaya riset dan publikasi ilmiah. Sejalan dengan visi UNESA sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, jalur publikasi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang pendidikan bahasa Mandarin, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia pendidikan, dan masyarakat melalui karya ilmiah yang berkualitas.