Angeline Pricillia Tjauw, Lulusan S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Raih Predikat Lulusan Terbaik FBS UNESA pada Wisuda ke-121
Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Angeline Pricillia Tjauw, lulusan S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, yang berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Fakultas Bahasa dan Seni pada Wisuda ke-121, 12 Agustus 2026, Universitas Negeri Surabaya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.
Pencapaian tersebut menjadi wujud nyata dari ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen Angeline selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin. Bagi Angeline, predikat lulusan terbaik bukanlah sesuatu yang sejak awal dibayangkan. Ia justru menjalani proses akademiknya dengan sederhana, yakni dengan terus belajar, berani menghadapi berbagai tantangan, serta berupaya memberikan hasil terbaik dalam setiap kesempatan. Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan Mandarin “功夫不负有心人”, yang bermakna bahwa usaha yang sungguh-sungguh pada akhirnya akan membuahkan hasil.
Ketertarikan Angeline terhadap bahasa dan budaya Mandarin juga tercermin dalam berbagai pengalaman akademik dan nonakademik yang dijalaninya. Selain aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, ia memperoleh pengalaman mengajar melalui praktik mengajar serta pernah menjalankan peran sebagai asisten guru di Yin Hua Chinese Language Center. Di lingkungan kemahasiswaan, Angeline juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi bahasa Mandarin, termasuk Chinese Bridge, yang turut memperkaya kompetensi kebahasaan sekaligus pengalaman lintas budaya.
Semangat akademik tersebut kemudian diwujudkan melalui tugas akhirnya yang mengangkat Analisis Prinsip Kesopanan Pada Tuturan Tokoh Dalam Drama Tiongkok Blossom《九重紫》. Penelitian tersebut menjadi ruang bagi Angeline untuk mengkaji hubungan antara bahasa, budaya, dan perubahan sosial, khususnya bagaimana penggunaan bahasa dan bentuk kesopanan dapat mengalami perkembangan seiring perubahan zaman. Dalam proses penyusunan tugas akhir tersebut, Angeline mendapatkan bimbingan akademik dari Yogi Bagus Adhimas, S.Pd., M.A. (安康老师), dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin FBS UNESA.
Prestasi Angeline juga menunjukkan bahwa pendidikan bahasa tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek linguistik, tetapi turut membentuk kemampuan berpikir kritis, kepekaan budaya, keterampilan komunikasi, serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Pengalaman akademik, pengajaran, penelitian, dan kompetisi yang diperolehnya selama delapan semester menjadi modal penting untuk melanjutkan kiprah sebagai pendidik bahasa Mandarin.
Dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), capaian ini selaras terutama dengan SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu), yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Prestasi Angeline menunjukkan bagaimana proses pendidikan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan masyarakat. Pada saat yang sama, kompetensi bahasa Mandarin yang dimilikinya juga membuka ruang bagi penguatan komunikasi dan pemahaman lintas budaya di tingkat global.
Setelah menyelesaikan studi selama delapan semester, Angeline siap melanjutkan langkah profesionalnya sebagai pendidik bahasa Mandarin. Capaian sebagai lulusan terbaik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama berada di UNESA.
Semoga ketekunan, kedisiplinan, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat belajar mandiri yang telah mengantarkan pada pencapaian ini terus menjadi bekal untuk berkarya, menginspirasi, serta memberikan kontribusi positif bagi pendidikan dan masyarakat. “学无止境” belajar tidak pernah memiliki batas akhir. Semoga langkah Angeline senantiasa memiliki masa depan yang cerah dan penuh prestasi. 前程似锦!